Jumat, 17 Agustus 2012

Radang Rindu

Mata terpejam sebentar,
Membayangkan satu wajah yang tak asing,
Sel-sel otak memutar kembali satu masa yang pernah terekam,
Masa itu, Masa Lalu..

Semakin ku pejamkan mata,
Gelap pekat meraja,
Tapi disanalah wajahmu semakin jelas terlihat,
Wajahmu memenuhi relung yang pekat itu..

Helaan nafas lembut mewakili kerinduanku padamu..

"Bisakah kita bertemu lagi?"
Tanyaku pada udara yang dingin,
Tak ada jawaban,
Juga tak ada kepastian..

"Apakah waktu masih sudi memberikan ruang untuk kita?"
Tanyaku pada jam yang berjalan,
Tak ada jawaban,
Hanya detik yang memekik..

Rindu,
Aku sudah melupakan kata itu,
Aku terpaksa melupakan semua itu,
Aku memaksa untuk lupa,
Padamu,
Pada rindu yang meradang..



Karawang,
17 agustus 2012.
Sebagian masih disini,
Memilah-memilih langkah,
Menggeleng kepala.

Tak ada yang dinanti, cuma angin!
Sesekali melompat kegirangan, tersenyum :)
Sesekali menangis, tersedu :(

Panas dan hujan.
Tak pernah berada terlalu dekat atau tinggal telalu jauh,
Selalu akan lewat meski tak disangka dan tak diharap...

Depok,
15 juli 2012




Foto : Syafroni Agustik
 
Pilar-pilar penyangga kubah itu
Kokoh memayungi suci sajadah...

Allah, jangan palingkan wajahku dari arah kiblat-MU...

Depok,
15 juli 2012

Foto by: Syafroni Agustik

.....

Lama. Tak sadar waktu berlari dan terus berkejaran dengan pikiran dan khayalku yang tak nyata.

Dan disini. Pada tempat yang asing oleh selaput mata dan perasaan hati yang tak sempurna, Aku masih menatap.

Menyadari seutuhnya telah tiada...

Acehku, acehmu, aceh kita...

Jeritan itu
Tangisan itu
Rasa sakit itu
Semua kesedihan itu...

Aceh akan tetap menjadi aceh
Meski peluru meneror kita
Meski gempa melanda
Meski tsunami itu pernah ada

Aceh akan tetap menjadi Aceh
Serambi kita
Pulau kecil kita
Semua impian kita

Aceh pasti akan tetap menjadi aceh
Karena itu, terima kasihlah kepada Allah
Karena telah menjadikan ini
Acehku, Acehmu, Aceh kita!

#PrayForAceh
Jakarta, 12 April 2012

Ingat Masa Lalu...

Diam pada satu sore di sudut yang tak biasa
Menghirup bau senja
Memandangi bocah-bocah berlarian
Sebentar memejamkan mata.

Kupetik gitar dengan nadanya yang sumbang
Merasuk jauh ke dasar hati, dalam diri!
Memukul gendang yang bernada sember
Sebentar saja aku memejamkan mata.

Jauh, jauh....
Pergi jauh, pergi saja
Kau yang bernada sumbang
Kau yang berbunyi sember

Aku ingin memejamkan mata
Sebentar saja, sebentar!
Pada sore ini
Pada rumah masa kecil ini.

Jakarta, 11 April 2012

Lakukanlah..

Kalau mau melakukan sesuatu.... Lakukan saja!
Tidak usah menunggu matahari terbit atau sampai matahari tenggelam kembali.
Sungguh, karena itu akan lama terasa.

Lakukan saja!
Tidak usah menunggu bau tanah basah di kebun tembakau depan rumahmu itu. Jangan!
Karena kebun tembakau yang dulu kita nikmati bersama kini sudah dipadati oleh rumah-rumah penduduk desa.

Kalau kau mau melakukan sesuatu... Lakukanlah!
Jangan menunggu hujan turun lalu kita menari di bawah hujan seperti dulu. jangan!
Karena zaman ini sudah tidak bisa diprediksi lagi kapan hujan akan turun.

Kalau kau mau....
Lakukan saja.....

Karena aku sudah lelah menunggumu
Di sini
Di punggung nisanmu.....